Tuhan, entah kenapa aku jadi benar-benar sayang dia, aku ga mau kalo dia terjadi apa-apa.
dalam doaku selalu kusebut namamu dimana pun aku berdoa pasti aku selalu tak lupa selipkan sepenggal doa untukmu. walaupun aku tau pasti kau tak punya sedikipun rasa sayang untukku, tak punya sedikit rindu padaku bahkan sepenggal doa pun mungkin tak pernah kau ucapkan pada-Nya untukku.
mungkin ini sudah kewajiban ku mendoakan orang yang ku sayang itu walaupun dia tak tau bahwa aku selalu mendoakan mu dengan ikhlas dan tulus demi semua yang terbaik untukmu.
dan aku selalu merindukan mu setiap setelah ku bertatap wajah dengannya.
mungkin rasa ini mulai berlebihan tapi aku tak tau harus berbuat apa, tak tau harus berkata apa seiring berjalannya waktu mungkin akan mengantarkan sebuah kebaikkan bahkan yang terbaik antara aku dan dia.
Kamar tidur,
Intan A Oktavia,
16 Oktober 2009.
Monday, November 9, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment