Kertas Putih (Part I)
Semenjak waktu pertemuan belum mulai
Dalu kita selalu warnai kertas putih itu
Crayon, pensil warna, cat air, dan arang dan sampai nodaluka berupa darah merah yang pekat
Sarana yang kita gunakan untuk menghiasi kertas putih milik kita
Tapi semua kenangan itu lenyap
Ketika detik pertemuan kita mulai
Kertas putih berhenti kita hias
Warnanya pudar seakan tak tergores tinta-tinta kisah
dan, Dia kembali ibaratkan kertas baru tak bernyawa
Jakarta, 12 November 2009
Kertas Putih (Part II)
Ingat kah kau dengan kisah kertas putih itu?
Aku pernah memprediksinya dia lenyap setelah pertemuan kita
Tapi sayang semua telah lenyap sebelum pertemuan kita
Di nodai oleh ribuan yang dicampuri oleh ramuan kimia
Kau yang telah membuatnya dan aku yang kau lenyapkan dikertas itu
Kau buka lembar kertas putihmu yang baru dank au rangkai tanpa ada aku di kertas itu
Jakarta, 1 Desember 2009
*Kejadian itu kembaliku alami,
Jakarta, 12 Januari – 7 Febuari 2010
Intan Arianti Oktavia
Sunday, February 14, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment