Hari ini (tepatnya tadi sore : 15 Juni 2011) saya memasak makanan untuk upacara suku sasak yaitu Bubur Petaq dan Bubur Abang kalau kata orang jakarta sih Bubur Putih dan Bubur Merah. Pada kebudayaan sasak bubur petaq itu melambangkan sebuah air mani dari lelaki atau yang dibiasa disebut dengan sperma sedangkan bubur merah itu merupakan sesuatu yang melambangkan darah haid dari kaum wanita. Orang sasak mempercayai bahwa Tuhan menciptakan Adam sebagai manusia ciptaan pertama dan Hawa yang menjadi manusia kedua, oleh karena itu Bubur Petaq-lah yang diperingati terlebih dahulu dan Bubur Abang diperingati kedua atau belakangan. Kalau di Jakarta konon menurut orang-orang Bubur ini diperingati untuk selametan anak mereka jika ingin ganti nama. alasannya? saya pun tidak tau.
oke, singkat cerita seperti itu. Sekarang saatnya saya membagikan sebuah resep Bubur Petaq (Putih) dan Bubur Abang (Merah) :

Bahan-bahan :
oke, singkat cerita seperti itu. Sekarang saatnya saya membagikan sebuah resep Bubur Petaq (Putih) dan Bubur Abang (Merah) :

Bahan-bahan :
- Beras
- Gula Jawa (6 Buah)
- Santan (Kelapa yang telah diparut)
- Daun Pandan (2 helai diikat)
- Garam (secukupnya)
- Air (secukupnya)
Cara Membuat :
- Bersihkan beras, kemuadian masak dalam panci dengan air yang cukup banyak dan api yang sedang.
- Aduk, beras tersebut secara teratur jangan sampai beras tersebut mengendap atau hangus dibawa.
- Masukkan garam dan daun pandan untuk pengharum beras, kemudian aduk hingga menjadi bubur. jika masih kurang menjadi bubur bisa ditambahkan air lagi secukupnya saja.
- Masukkan santan dan aduk beras yang telah menjadi bubur hingga agak sedikit tidak basah atau berair.
- Setelah itu, siapkan 1 wadah panci sedang dan rebuslah gula jawa dengan air secukupnya kira-kira 4 gelas dan rebus hingga gula jawa itu larut.
- Kemudian, pisahkan bubur putih ke suatu tempat
- Saringlah gula jawa yang telah direbus dan masukkan ke bubur putih yang telah di pisahkan sebelumnya, kemudian haduk sampai gula jawa itu merata dan berwarna merah.
- Aduk bubur merah secara teratur dan jangan sampai gosong pada bagian bawahnya. aduk hingga terlihat tidak basah lagi.
- Setelah itu siap dihidangkan.
NB :
Aduk terus bubur yang sedang dalam keadaan dimasak itu berfungsi agar bubur tersebut tidak hangus.
SELAMAT MENCOBA!!!!
Intan A. Oktavia
Jakarta, 16 Juni 2011
Kamar Tidur.
Aduk terus bubur yang sedang dalam keadaan dimasak itu berfungsi agar bubur tersebut tidak hangus.
SELAMAT MENCOBA!!!!
Intan A. Oktavia
Jakarta, 16 Juni 2011
Kamar Tidur.


No comments:
Post a Comment