Saya akan posting karya tulis saya :
ESSAY
TAMAN NASIONAL BALURAN – PANTAI BAMA

INTAN ARIANTI OKTAVIA
1006730945
A – 2010 PARIWISATA
VOKASI PARIWISATA – UNIVERSITAS INDONESIA
Ketika libur semester tiba, saya memiliki rencana ingin backpackeran ke Daerah Istimewah Yogyakarta bersama teman-temanku. Sekitar kurang lebih semingguan kami menyusun rencana untuk berlibur tiba-tiba saja teman saya mendapatkan informasi dari senior jurusan saya yang memiliki hobby backpackeran hingga akhirnya kami diajak mereka untuk gabung backpackeran ke Taman Nasional Baluran, awal ketika diajak gabung saya berserta teman-teman lainnya memutuskan untuk tidak ikut pergi bareng kakak-kakak senior tapi dengan hasutan salah satu senior yang pandai berbicara dan merayu kami akhirnya memutuskan untuk ikut backpackeran bersama kakak-kakak senior ke Taman Nasional Baluran berhubung biaya yang dikeluarkan sangat sedikit sekali dibandingkan rencana saya yang pertama untuk ke Jogja.
Dulu saya juga pernah backpackeran bersama teman-teman SMA ke Daerah Pekalongan dan tinggal ditempat saudara teman saya ketika disana, Sedangkan backpackeran yang sekarang sangat berbeda jauh dengan backpackeran saya dulu ketika SMA sekarang saya backpackeran ke wilayah seperti hutan lindung. Ketika dijelaskan oleh senior menjelang beberapa hari keberangkatan saya diberi data-data apa saja yang harus dibawa untuk backpackeran ini, berhubung kami nanti disana menginap dengan menggunakan tenda dan makan dengan ala kadarnya seperti camping. Kami menempuh perjalanan untuk ke Taman Nasional baluran dengan menggunakan transportasi kerata api dari Stasiun Senen ketika waktu menunjukan tepat jam 7 malam dan akan sampai di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta ketika jam 7 pagi, lama perjalanan diperkirakan sekitar 12 jam di kereta ekonomi yang berharga tiket sekitar Rp 35.000,- . Selama 12 jam itu kita belum sampai ke Taman Nasional Baluran jika kita ingin menuju tempat tersebut kita harus naik kereta ekonomi lagi dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Banyuwangi selama 12 jam perjalanan lagi dengan harga tiket sebesar Rp 35.000,-. Kemudian dari Stasiun Banyuwangi pada saat itu kami sampai sekitar pukul 2 pagi kami lanjutkan perjalanan kembali untuk ke tempat Taman Nasional Baluran tapi sebelum melakukan perjalanan saya dan rombongan mengisi tenaga dahulu untuk mengisi perut yang sudah kosong selama di kereta tadi dan setelah makan kami baru melanjutkan perjalan menuju Taman Nasional baruran dengan menyewa angkot yang ada di Stasiun Banyuwangi seharga Rp 120.000,- untuk sampai ke depan pintu gerbang Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
Berhubung ketika itu sudah dini hari sampai di pintu gerbang Taman Nasional Baluran jadi kami meminta ijin dengan penjaga Taman Nasional tersebut untuk tinggal sementara di dalam dan kami di ijinkan untuk menggunakan masjid di dalam untuk bermalam dan melanjutkan perjalanan kembali untuk menelusuri Taman Nasional Baluran. Sebelumnya jika tidak ada yang tahu Taman Nasional Baluran itu apa dapat saya jelaskan bahwa Taman Nasional Baluran ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran. Taman Nasinal Baluran juga terdapat beraneka ragam tanaman didalamnya seperti tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu Widoro Bukol (Ziziphus rotundifolia), Mimba (Azadirachta indica), dan Pilang (Acacia leucophloea). Tumbuhan yang lain seperti Asam (Tamarindus indica), Gadung (Dioscorea hispida), Kemiri (Aleurites moluccana), Gebang (Corypha utan), Api-Api (Avicennia sp.), Kendal (Cordia obliqua), Manting (Syzygium polyanthum), dan Kepuh (Sterculia foetida). Kawasan ini juga merupakan tempat habitat mamalia yang ada di Indonosia, jenis-jenis hewan mamalia yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Baluran seperti Banteng (Bos javanicus javanicus), Kerbau Liar (Bubalus bubalis), Ajag (Cuon alpinus javanicus), Kijang (Muntiacus muntjak muntjak), Rusa (Cervus timorensis russa), Macan Tutul (Panthera pardus melas), Kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa Banteng merupakan maskot atau binatang yang sangat khas di kawasan ini karena tidak semua pengunjung yang datang ke kawasan ini dapat melihat banteng sebab banteng-banteng tersebut mempunyai beberapa waktu saja untuk keluar menunjukan dirinya ialah ketika ia ingin mencari makan. Begitulah sekilas penjelasan yang saya baca di internet ketika ingin melakukan perjalanan backpackeran menuju kawasan Taman Nasional Baluran karena kata salah satu senior kami, kami harus membacanya agar tahu situasi kondisi yang akan kita kunjungi.
Setelah bermalam di Masjid, Kami melanjutkan perjalanan menuju dalam kawasan tersebut untuk melihah savana yang begitu luas dan indah yang tepat berada didekat gunung. Kami menuju savana dengan berjalan kaki selama 6 jam karena harus menempuh perjalanan hingga 12 km untuk menuju Kawasan Bekol di Taman Nasional Baluran, Bekol merupakan nama kawasan yang terdapat didalam taman nasional tersebut di bekol kita dapat melihat hamparan ilalang yang tinggi berwarna kekuningan dengan hamparan yang begitu luas. Alan tetapi bada saat itu saya dan rombongan tidak diperbolehkan untuk mendirikan tenda di daerah dekat savana jadinya kami semua terpaksa menyewa cottage untuk kami bermalam dan menikmati suasana yang tidak kami dapatkan ketika kami dijakarta.
Malam harinya kami semua bergagas keluar dari tempat kami bermalam untuk berburu banteng dan hewan-hewan yang ada di kawasan bekol, akan tetapi sekitar 2 jam-an kami berburu banteng di kawasan tersebut kami tidak dapat menemukan satu pun banteng yang ada di Taman Nasional Baluran dan tandanya kami belum beruntung. Kami hanya menemukan hewan-hewan seperti musang dan beraneka macam burung yang ada di kawasan tersebut. Akhirnya, saya dan rombongan bergagas kembali ke cottage karena tidak dapat menemukan banteng yang langka itu dan sesampainya di cottage kami semua berkumpul dan berbincang-bincang di ruang depan untuk sekedar bermain uno dan membicarakan hal-hal yang agak sedikit ngaur dan ngelantur.
Keesokkannya ketika pukul 4 pagi kami bergagas kembali untuk mengunjungi pantai yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Baluran tersebut yang tidak jauh dari tempat kami bermalam yaitu Kawasan Bekol. Kira-kira kami harus menempuh perjalanan menuju pantai tersebut sekitar 3 km dengan berjalan kaki. Ketika kami sampai di pantai tersebut yaitu Pantai Bama pas sekali saat itu matahari sedang terbit begitu indahnya pemandangan yang terdapat di Pantai Bama. Suasana pantai ternyata sangat begitu asri masih terdapat banyak hewan-hewan primata disana, saat itu ketika saya sampai disana air pantai mengalami surut dan kita dapat melihat rumput laut yang sangat banyak di daerah pinggir pantai dan terdapat gundukkan pasir putih yang ternyata didalamnya itu untuk tempat tinggal kepiting yang biasanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memancing hewan-hewan tersebut. Pantai Bama merupakan pantai yang masih sangat jarang di jamak oleh manusia mungkin karena pantai ini kurang terdengar dikalangan wisatawan padahal jika tempat ini dijadikan sarana untuk rekreasi sangat begitu nyaman sekali karena keadaan sekitar yang sangat mendukung akan tetapi kekurangan di pantai ini hanyalah tidak adanya tempat sampah di pantai ini jadi agak sedikit banyak sampah-sampah plastik yang terdapat di sekitar bibir pantai. Pantai ini biasanya digunakan untuk penelitaian ekosistem dari berbagai universitas ternama di Indonesia karena pada saat saya berkunjung ke Pantai Bama ada beberapa mahasiswa yang melalukan penelitian untuk karya tulis mereka, ternyata mereka sudah berminggu-minggu bermalam di Kawasan Pantai Bama untuk meneliti keadaaan ekosistem pantai. Banyak sekali hal-hal yang menarik di pantai ini seperti tempat tinggal para primata yang terdapat di ujung pohon kelapa di pantai tersebut biasanya para primata tersebut keluar dari tempat tinggalnya sekitar jam 6 pagi hingga jam 6 sore mereka keluar dari tempat tinggalnya hanya untuk mencari makan dari para wisatawan yang datang ke pantai tersebut dengan cara mencuri makanan dari ransel para wisatawan yang lengah saat berkunjung. Para primata di biarkan bebas di sekitar pantai seperti saat mereka berada di habitat aslinya jadi dimaklumkan saja jika primata-primata tersebut sangat galak dan agresif. Selain primata hal-hal yang menarik di Pantai Bama ialah pasir pantainya yang sedikit berwarna putih dan bersih sekali serta dengan pemandangan yang begitu sangat exsotic yang kelilingi oleh hutan mangrove pantai dan terdapat perahu nelayan. Pantai Bama merupakan pantai terindah yang pernah saya kunjungi karena pantai tersebut memiliki suasana yang masih khas sekali dibandingkan pantai-pantai lainnya. Dan ketika malam hari tiba, pengunjung pantai dapat menyaksikan keindahan langit yang begitu dashyat karena di penuhi oleh berjuta bintang di angkasa. Bahkan waktu saya backpackeran kesana saya melihat bintang jatuh entah saya yang sedang berimajinasi atau itu benar-benar ada, saya bersyukur sekali dapat melihat kuasa tuhan yang begitu indahnya langit dimalam hari yang dipenuhi oleh berjuta-juta bintang. Pantai ini juga sangan menyenangkan kerana utuk para wisatawan dengan hobi mancing, snorkeling, dan olaharga air lainnya dapat memuaskan kegemarannya di pantai ini karena fasilitas dan keadaan alamnya pun sudah mendukung untuk para wisatawan yang berkunjung walaupun belum begitu lengkap dan memadai untuk semua wisata bahari. Sementara untuk penggemar wisata darat, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah hiking dan camping. Di pantai ini para pengunjung diperbolehan untuk mendirikan tenda jika kita sudah minta ijin dari penjaga pantai tersebut, seperti waktu saya berkujung kesana dan bermalam dengan menggunakan tenda. Pantai Bama memiliki pemandangan yang sangat indah sama seperti salah satu pantai yang terkenal di Bangka Belitung karena disana juga terdapat bebatuan yang begitu indah sekali dan menjadikan pemandangan disana lebih keren dan hidup karena jika kita ingin ketempat bebatuan tersebut kita harus menelusuri sebuah hutan mangrove di pantai itu baru kita disa melihat indahnya pantai itu yang dihiasi dengan bebatuan yanng bagus sekali serta di tempat itu pasirnya pun berbeda disini lebih putih saya rasa karena jarang sekali ada orang yang ingin menelusuri dan melewati hutan mangrove di Pantai Bama, padahal jika mereka ingin menelusuri hutan tersebut nanti akan terbayar dengan pemandangan yang sangat sempurna dan takkan terlupakan. Menurut pandangan saya dan berdasarkan pengalaman sebaiknya untuk para wisata yang senang dengan daerah pantai harus mengunjungi kawasan ini karena kawasan ini mempunyai panorama alam yang menarik dan masih khas dengan alamnya, sedangkan panorama bawah lautnya begitu indah mulai dari keadaan air yang jernih sampai keadaan terumbu karang yang masih terjaga dengan baik.
NB :
Sudah mengunjungi Taman Nasiaonal Baluran dan Pantai Bama.
Intan A. Oktavia
Jakarta, 8 Juni 2011
Kamar Tidur.


No comments:
Post a Comment