Pagi,
Hening sunyi sekali layaknya sebuah gubuk tua yang tak layak.
Debu dan udara kotor menyelimuti bangunan tua nan reot.
Tak ada yang mau melihat kesana.
Bahkan menoleh pun tak pernah.
Padahal telah berjasa selama hidup.
Menyimpan kisah kehidupan.
Menyembunyikan cerita dusta.
Menolong benda-benda mati agar tertata rapi.
Tapi,
Entah apa yang terjadi.
Semua sia-sia layaknya kotoran penyelimut dinding.
Terbengkalai dalam ruang tua.
Terbengkalai dalam kisah lama.
Terbengkalai dalam semua perkara.
Kasihan bangunan tua itu.
Gubuk tak berdosa.
Intan A. Oktavia
Jakarta, 27 Agustus 2011
Kamar Tidur.


No comments:
Post a Comment