16 juli 2011, Apel pagi jam 08:00 WITA dan merapat di Pelabuhan Wakatobi, karena pelabuhannya kecil jadi KRI Makassar 590 merapat didekat KRI DR.Soeharso,
jam 10:00 WITA berangkat dari pelabuhan untuk menghadiri acara pembukaan sail wakatobi oleh menteri kelautan kami naik truk untuk sampai ditempat acara, lalu kami di suguhkan dengan pesta adat mereka. Kegitan tersebut melalui beberapa tahap pertama kami diiringi lenggo, kasodahan, dan kabuenga.
Lenggo yaitu seperti acara sunatan, lenggo ini adalah rasa syukur orang tua terhadap anaknya yang menginjak usia remaja agar suatu saat si anak diharapkan menjadi orang yg berguna bagi bangsa dan negara, tarian ini adalah sebuah hutang anak kepada orang tua, dan si anak bisa membayarnya dengan kesuksesannya. Sebuah (tarian) lenggo biasanya diiringi dengan kasodahan yaitu iringan lagu gembira untuk keluarga yang berbahagia.
Kasodahan adalah pemberian semangat kepada anak laki-laki yang suatu saat menempuh kehidupannya dengan berlayar sebagai ciri khas wakatobi yang hidup dari laut maka mereka harus tangguh dan menjadi pelayar ulung, kemudian boti (perahu buatan) adalah gambaran hasil usaha seorang anak wakatobi yang sukses yang akan memperoleh berbagai macam hasil kelautan, pertanian, dan lain-lain, untuk menempuh jalan hidupnya kedepan menjadi generasi-generasi yang sukses, kain putih adalah pengikat jangkar dari perahu itu untuk nantinya diikat oleh orang tua dan di doakan agar anak tersebut menjadi generasi yang bertanggung jawab, kain putih ini nantinya akan diserahkan kepada orang tua dan didoakan bersama-sama, lalu boti ini nantinya akan dikembalikan dan di depan mereka ada toba, toba ini berisi ucapan terima kasih dan sejumlah uang yang kan diberikan kepada sesepuh yang telah memberikan pakaian kepada anak-anak yang disunat, di atas boti ada seorang pemukul gong yaitu orang tua yang dipercaya supaya hasil usaha yang dilakukan anak wakatobi bisa membuka hati orang tua untuk melepas mereka dengan hati yang gembira bahwa mereka telah berhasil membangun wakatobi secara bersama-sama.
lalu acara dilanjutkan dengan acara kabuenga yaitu adat mencari jodoh bagi muda-mudi dan setelah jatuh cinta baru di bawa untuk mendapat restu dari orang tua. boti itu sebagai bukti keberhasilan pemuda wakatobi yang ikut berlayar setelah dia pulang baru pemuda tersebut harus menikah. Kabuenga ini adalah pengarahan kepada pemuda pemudi agar tidak terlibat pergaulan bebas, sehingga mereka tidak merusak tatanan keluarga dan melanggar peraturan agama. Makna dari kabuenga yaitu proses pencarian jodoh dari muda mudi yg nanti proses kadanio seorang pemuda tersentuh hatinya kepada pemudi wakatobi hasilnya nanti di ayunkan berpasangan di hadapan orangtua untuk menyaksikan bahwa prosesi awal perkenalan mereka telah mereka lakukan selanjutnya akan dilanjutkan ke prosesi peminangan di keluarganya.
Setelah itu kami di suguhkan makanan khas wakatobi, makanan yang di sediakan yaitu tanda bukti keberhasilan pemuda wakatobi. Sekitar jam 12:00 WITA kami kembali ke kapal untuk isoma, lalu sehabis solat magrib kami kembali dikumpulkan dengan memakai life jacket lalu kami di undang untuk menghadiri acara pesta rakyat wakatobi, lalu kami di hibur oleh cartoon band, yaitu nama sebuah band dari Kota Kendari, setelah bupati wakatobi datang Drumband JH menghibur masyarakat wakatobi setelah itu kami di suguhkan tarian-tarian khas wakatobi diantaranya lariangi yaitu tarian khas kaledupa maknanya menyambut roh leluhur, menurut salah seorang warga wakatobi Tari Lariangi Kalo tariannya terlalu serius dibawakan oleh seorang penari akan kesurupan selain itu maknanya tarian selamat datang, Tari Posa Asa yaitu tari kreasi baru, dan tari balumpa yaitu tari selamat datang. Jam 21:00 WITA kami kembali kapal.
Ketika tanggal 17 Juli 2011, Para peserta LNRPB berkumpul di helly deck pada pukul 05.00 WITA untuk melakukan sholat subuh dan kemudian melanjutkannya dengan olahraga pagi bersama-sama sampai pukul menujukkan sekitar 06.30 WITA lalu peserta diperbolehkan untuk membersihkan tubuh, setelah itu pada pukul 07.00 WITA para peserta LNRPB melakukan sarapan pagi diruangan yang telah disediakan oleh para panitian sail wakatobi – belitong 2011. Ketika waktu menunjukkan jam 08.00 WITA para peserta kembali berkumpul di tank deck untuk apel pagi dan mengecheck kelengkapan setiap anggota kelompok masing-masing serta peserta LNRPB mendapatkan materi dari tamu istimewah yaitu Bupati Wakatobi yang materinya berisikan tentang keindahan taman bawah laut di wakatobi. Bapak Bupati Wakatobi menyampaikan bahwa “Taman Bawah Laut di Wakatobi masuk kedalam 3 (tiga) besar keindahan ekosistem bawah laut terkaya dan terbagus di dunia.” Akan tetapi ada yang disayangkan dalam pengembangan pariwisata di wakatobi yaitu masih kurangnya faktor-faktor pendukung untuk wisata, diantaranya masih kurangnya transportasi yang disediakan pemda daerah untuk memajukan wisata disana. Serta, masih kurangnya tempat-tempat yang menyediakan souvenir untuk khas wakatobi itu sendiri. Wakatobi hanya terkenal dengan keindahan ekosistem bawah lautnya saja tapi masih kurang untuk faktor-faktor pendukung untuk para wisatawan yang akan melakukan wisata liburan disana. Akan tetapi, jika faktor-faktor pendukung dibidang pariwisata sudah terpenuhi semua pasti wakatobi akan menjadi pusat pariwisata yang akan sangat lebih berkembang dari yang sekarang.
Setelah pemberian materi selesai pukul 11.00 WITA kami peserta LNRPB Sail Wakatobi – Belitong 2011, diberi kesempatan untuk berpesiar mengunjungin Hogua Resort milik Bupati Wakatobi dalam rangka acara bebas untuk para peserta.
Seluruh para peserta hari ini diperbolehkan untuk berpakaian bebas dan membawa baju ganti karena kami akan bermain di pantai yang menyuguhkan pemandangan indah di wakatobi tepatnya di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Seluruh para peserta pesiar dengan menggunakan kendaraan yang telah disediakan oleh panitia dari wakatobi. Di pantai tersebut seluruh peserta LNRPB dibebaskan untuk bersenang-senang dan bermain di pantai tapi di awasi oleh para panitia agar tiak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Para peserta juga disediakan peralatan untuk snorkling dan latihan diving bersama di pantai itu, akan tetapi persedian terbatas tidak semua peserta dapat berlatih diving karena waktu yang disediakan terbatas dan alat yang disediakan juga sangat terbatas. Kemudian, tepat pukul 17.00 WITA seluruh peserta LNRPB berkumpul dan bersiap-siap kembali ke kapal. Sesampainya dikapal kami berkumpul di tank deck untuk melakukan apel dan setelah apel seluruh para peserta diberi waktu bebas sampai malam hari untuk beristirahat.
18 Juli 2011, seperti biasa para peserta melakukan sholat subuh dan olahraga di pagi hari dimulai sekitar pukul 05.00 WITA sampai dengan selesai dan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan tubuh dan makan pagi pada ruangan tempat yang disediakan oleh panitia sail wakatobi. Sekitar pukul 08.00 WITA kami berkumpul kembali di helly deck untuk melakukan kegiatan rutin selama pelayaran kami yaitu apel pagi, itu merupakan kegiatan pagi yang tidak pernah dilewatkan sejauh perjalanan kami ini. Hari ini para panitia menyiapkan beberapa kegiatan yang pertama yaitu seluruh peserta LNRPB melakukan pesiar ke benteng bersejarah di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Peserta berkunjung ke benteng dengan menggunakan alat transportasi yang disediakan oleh pihak di wakatobi dengan dibagi 2 (dua) jadwal keberangkatannya ada yang pagi hari dan ada yang siang hari, karena sebagian para peserta LNRBP melakukan diving dan snorkling di wakatobi. Benteng tersebut bernamakan Benteng Liya. Benteng yang sangat bersejarah di wakatobi ini sekarang sudah mulai tidak begitu menarik karena kondisinya yang sangat tidak terawat dan ketika kami kesana benteng tersebut masih sedang dalam keadaan renovasi untuk pemulihan kembali. Setelah berjalan-jalan mengunjungi Benteng Liya, seluruh para peserta melanjutkan perjalanan kembali menuju tempat Budidaya Rumput Laut di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.
Di tempat Budidaya Rumput Laut kami hanya melihat-liat rumput laut dan pemandangan pantai yang begitu indah sekali dengan gradiasi warna air laut yang sangat menawan. Setelah dari budidaya rumput laut kami kembali ke kapal untuk makan siang dan beristirahat. Ketika waktu menunjukkan pukul 15.00 WITA untuk para peserta yang belum melakukan diving dan snorkling bersiap-siap untuk turun ke tank deck, sedangkan yang sudah diving dan snorkling melakukan persiapan untuk menuju Benteng Liya dan Budidaya Rumput Laut. Bagi para yang ingin melakukan diving diberi pengarahan oleh para-para penyelam yang handal yaitu mentor-mentor kami selama kegiatan LNRPB dan yang ingin snorkling juga diberi pengarahan oleh para penyelam. Jika peserta ingin melakukan diving sebaiknya kondisi badan harus sangat sehat karena jika peserta ada yang flu maka akan membayahakan dirinya sendiri dan tidak boleh panik jika didasar laut terjadi sesuatu atau melihat ikan-ikan besar didalam laut. Kalau, untuk yang snorkling semua peserta yang ikut snorkling harus memakai pelampung. Kegiatan tersebut berlangsung cukup lama sekali waktunya sekitar 2 (dua) jam lewat baru kemudian para peserta diharuskan kembali naik ke kapal untuk bersih-bersih diri dan makan sore, sama saja ketika peserta yang diving dan snorkling selesai para peserta yang ikut perjalanan ke Benteng Liya dan Budidaya Rumput Laut juga sudah sampai dikapal untuk persiapan makan sore.
Pada malam harinya tepat pukul 20.00 WITA para peserta mendapatkan pembekalan materi rohani dari Mayor Harun Ar-rasyid tentang IMTAQ, pembekalan ini berlangsung selama 2 (dua) jam-an dan baru kemudian para peserta diperbolehkan kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat malam.
itulah sekilas perjalanan saya dan teman-teman Pariwisata Universitas Indonesia mengikuti kegiatan Sail Wakatobi 2011, kegiatan yang sungguh sangat mengasikkan dan membuat tubuh bertambah belang ini dan semakin gendut karena diberikan asupan makanan yang sangat bergizi ketika saya di KRI Makassar 590 serta memiliki keluarga baru dari berbagai seluruh anak nusantara yaitu LNRPB 2011. Sangat Rindu Kalian semua anak Sail Wakatobi dan KRI Makassar 590
serta Kelompok Kalambau, rocker sampai mati man!
ini yang paling saya suka, di Wakatobi banyak sekali Bintang Laut si Patrick Star!!
Intan A. Oktavia
Depok, 24 Agustus 2011
Kamar Tidur.





No comments:
Post a Comment